Thursday, March 19, 2015

Hati-hati! Efek Samping Akibat Terapi Obat Diabetes

Hati-hati! Efek Samping Akibat Terapi Obat Diabetes

Pengelolaan diabetes mellitus dengan terapi obat bisa memunculkan berbagai masalah terkait obat bagi penderita diabetes. Hal ini terjadi karena adanya ketidaksesuaian dalam pencapaian tujuan terapi sebagai akibat pemberian obat diabetes.

Oleh karena itu sangat penting untuk Anda agar dapat meminimalisir berbagai hal yang tidak diinginkan. Berikut ini secara rinci kami jabarkan beberapa permasalahan atau efek samping akibat terapi obat diabetes.

Efek Samping Akibat Terapi Obat
 
1. Adanya Indikasi Penyakit Yang Tidak Tertangani
Bagi penderita diabetes bila tidak berhati-hati dalam menjaga kestabilan gula darah dapat memunculkan komplikasi yang tidak kita inginkan. Oleh karena itu perlu Anda perhatikan apakah ada indikasi penyakit yang tidak tertangani oleh obat yang dikonsumsi. Hal tersebut bisa saja terjadi, indikasi ini dapat terjadi karena:

  • Penderita mengalami gangguan medis baru yang memerlukan terapi obat
  • Penderita mengalami penyakit kronis lain yang memerlukan keberlanjutan terapi obat
  • Penderita mengalami gangguan medis yang memerlukan kombinasi farmakoterapi untuk menjaga efek sinergi obat
  • Penderita berpotensi mengalami resiko gangguan penyakit baru yang dapat dicegah dengan penggunaan terai obat profilatik atau premedikasi

2. Pemberian Obat Tanpa Indikasi

Ketika dokter meresepkan obat tentunya didasarkan pada indikasi yang sedang dirasakan oleh penderita diabetes. Apabila pemberian obat tanpa memperhatikan indikasi, tidak hanya merugikan pasien secara finansial tetapi juga pada kondisi pasien yang tidak kita kehendaki. Hal ini bisa terjadi karena:

  • Penderita menggunakan obat yang tidak sesuai dengan indikasi penyakit pada saat ini
  • Penyakit penderita terkait dengan penyalahgunaan obat, alkohol dan merokok
  • Kondisi medis penderita lebih baik ditangani dengan terapi non obat
  • Penderita memperoleh polifarmasi untuk kondisi yang indikasinya cukup mendapat terapi obat tunggal
  • Penderita memperoleh terapi obat untuk mengatasi efek obat yang tidak dikehendaki yang disebabkan oleh obat lain yang seharusnya dapat diganti dengan obat yang lebih sedikit efek sampingnya

3. Pemilihan Obat Tidak Tepat/Salah

Pemilihan obat atau terapi yang salah dapat mengakibatkan tujuan terapi tidak tercapai. Apabila hal ini terjadi akan merugikan penderita diabetes. Hal tersebut dapat terjadi karena:
  • Penderita mengalami masalah kesehatan, tetapi obat diabetes tersebut tidak efektif
  • Penderita alergi terhadap obat diabetes yang diberikan
  • Penderita menerima obat diabetes tetapi bukan yang paling efektif untuk indikasi yang diobati

  • Obat diabetes yang diberikan berkontraindikasi. Seperti penggunaan obat hipoglikemik oral golongan sulfonyurea. Obat jenis ini harus dipergunakan dengan hati-hati atau sebaiknya dihindari bagi wanita hamil, penderita usia lanjut, penderita dengan gangguan fungsi hati, atau gangguan ginjal yang parah.

  • Obat diabetes yang digunakan efektif tapi bukan yang paling murah
  • Obat diabetes yang digunakan efektif tapi bukan yang paling aman
  • Penderita resisten terhadap obat diabetes yang digunakan
  • Penderita menolak terapi obat diabetes yang diberikan. Seperti dengan pemberian sediaan obat yang kurang tepat

  • Penderita menerima kombinasi obat diabetes yang tidak perlu. Seperti polifarmasi sesama obat hipoglikemik oral yang bekerja pada titik tangkap yang sama dan diberikan pada waktu yang sama.
4. Dosis Obat Sub Terapeutik

Pemberian obat dengan dosis sub terapeutik dapat menghasilkan terapi obat tidak efektif. Berikut penyebabnya:
  • Dosis yang digunakan terlalu rendah untuk menghasilkan respon yang dikehendaki
  • Konsentrasi obat dalam plasma penderita berada di bawah rentang terapi yang dikehendaki
  • Saat profilaksis tidak tepat bagi penderita
  • Obat, dosis, rute, formulasi tidak sesuai
  • Fleksibilitas dosis dan interval tidak sesuai
  • Terapi obat dialihkan terutama unutk uji klinis
5. Dosis Obat Berlebih (Over Dosis)

Pemberian obat dengan dosis berlebih dapat mengakibatkan hipoglikemia dan memungkinkan munculnya toksisitas. Penyebabnya adalah:
  • Dosis obat terlalu tinggi untuk penderita
  • Konsentrasi obat dalam plasma penderita di atas rentang terapi yang dikehendaki
  • Dosis obat penderita dinaikkan terlalu cepat
  • Penderita mengakumulasi obat karena pemberian yang kronis
  • Obat, dosis, rute, formulasi tidak sesuai
  • Fleksibilas dosis dan interval tidak sesuai
6. Efek Obat Yang Tidak Dikehendaki (adverse drug reaction)

Hal ini dapat disebabkan karena:
  • Obat diberikan terlalu cepat. Contohnya pada penggunaan insulin yang diberikan terlalu cepat sehingga sering menimbulkan hipoglikemia
  • Penderita alergi terhadap obat yang diberikan
  • Penderita teridentifikasi faktor resiko yang membuat obat ini terlalu beresiko untuk digunakan
  • Penderita pernah mengalami odiosinkrasi terhadap obat yang diberikan
  • Ketersediaan hayati obat berubah sebagai akibat terjadinya interaksi dengan obat lain atau dengan makanan
Pada terapi insulin, efek yang tidak dikehendaki paling sering terjadi adalah hipoglikemia. Sebagai akibat dari dosis insulin yang berlebihan, waktu pemberian yang tidak tepat, pemakaian glukosa yang berlebihan dan faktor kepekaan lain yang dapat meningkatkan kepekaan individu terhadap insulin.

7. Interaksi Obat

Interaksi obat yang mungkin timbul dari pemakaian insulin dengan obat hipoglikemik oral atau dengan obat yang lain dapat dilihat pada referensi yang lebih detil. Seperti BNF terbaru, Stokley's Drug Interaction dan lain sebagainya.
 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Hati-hati! Efek Samping Akibat Terapi Obat Diabetes

0 komentar:

Post a Comment