Kenali Obat Diabetes- Penggunaan obat diabetes sebagai terapi diabetes sangat diperlukan untuk dapat mengontrol kadar gula darah agar tetap terjaga. Interaksi obat yang mungkin timbul dari pemakaian insulin dengan obat hipoglikemik oral dan dengan obat yang lainnya berbeda-beda.
Dari sekian interaksi obat yang timbul, reaksi hipoglikemi dan hiperglikemi adalah yang perlu diwaspadai secara serius. Karena kedua reaksi ini apabila dibiarkan begitu saja dapat berakibat fatal pada penderita diabetes. Maka Anda perlu mengenali obat-obat yang dapat memicu terjadinya reaksi hipoglikemi ataupun hiperglikemi.
Daftar Obat Diabetes Yang Dapat Menjadi Pemicu Reaksi Hiperglikemi
- Alkohol
- Amiodaron
- Asparaginase ++
- Antipsikotik atipikal
- Beta-agonis ++
- Kafein
- Calcium chanel blockers +
- Kortikosteroid +++
- Siklosporin ++
- Diazoxida +++
- Estrogen +++
- Fentanil
- Alfa-Interferon
- Laktulosa
- Litium +
- Diuretika tiazida +++
- Niasin dan Asam Nikotinat ++
- Kontrasepsi oral ++
- Fenotoin ++
- Fenotiazin +
- Amina simpatomimetik ++
- Teofilin
- Preparat Tiroid +
- Antidepresan trisiklik
Keterangan:
+ : Kemungkinan bermakna secara klinis. Studi/laporan terbatas atau bertentangan
++ : Bermakna secara klinis. Sangat penting pada kondisi tertentu
+++ : Berpengaruh bermakna secara klinis
Daftar obat di atas adalah sebagian dari contoh obat yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah (hiperglikemi). Apabila keadaan ini berlangsung maka sangat memungkinkan adanya peningkatan kebutuhan dosis insulin maupun obat hipoglikemi oral.
Daftar Obat Diabetes Yang Dapat Menjadi Pemicu Hipoglikemi
- Asetaminofen
- Alkohol (akut)
- Steroid anabolik
- Beta-blockers
- Biguanida
- Klorokuin
- Klofibrat
- Disopiramida
- Guanetidin
- Haloperidol
- Insulin
- Litium karbonat
- Inhibitor Monoamin oksidase
- Norfloxacin
- Pentamidin
- Fenobarbital
- Fenotiazin
- Prazosin
- Propoksifen
- Kinin
- Salisilat
- Sulfonamida
- Sulfonilurea
- Antidepresant trisiklik
Hormon pertumbuhan, hormon adrenal, tiroksin, estrogen, progestin dan glucagon bekerja berlawanan dengan efek hipoglikemik insulin. Disamping itu, beberapa jenis obat seperti guanetidi, kliramfenikol, tetrasiklin, salisilat, fenilbutazon dan lain-lain memiliki interaksi dengan insulin. Sehingga sebaiknya tidak diberikan bersamaan dengan pemberian insulin. Jika memang terpaksa diberikan, setidaknya perlu diperhatikan dan di atur saat dan dosis pemberiannya.

0 komentar:
Post a Comment