Sejarah Klasifikasi Diabetes- Diabetes
bukan lagi menjadi penyakit yang langka di Indonesia.Kini kita bisa
menjumpai penderita diabetes dari berbagai umur.
Tidak lagi hanya
terjadi pada para manula, tapi balita, anak-anak dan remaja. Penyakit
diabetes mellitus dapat menyerang siapa saja dan kapan saja.
Nah,
bagaimana awal pengklasifikasian penyakit ini hingga kita bisa mendapat
penanganan yang tepat atas gejala yang terjadi pada masing-masing
penderita diabetes.
Dari waktu ke waktu klasifikasi diabetes mellitus mengalami perkembangan dan perubahan.
Pada awalnya diabetes diklasifikasi berdasarkan waktu munculnya (time of onset).
Diabetes yang di derita sejak kecil disebut juvenille diabetes.
Sedangkan diabetes yang muncul setelah berusia senja sekitar 45 th ke
atas disebut sebagai addult diabetes.
Namun
dalam perkembangannya kemudian, klasifikasi ini tidak berguna. Karena
pada masa berikutnya telah muncul kasus diabetes pada usia 23-39 tahun.
Tentunya hal ini sangat membuat kebingungan dalam proses klasifikasi.
ADA (American Diabetes Associacion) pada tahun 1968 mengajukan rekomendasi pada uji toleransi glukosa dan mengajukan istilah Pre-diabetes, Suspected Diabetes, Chemical atau Latent Diabetes dan Overt Diabetes sebagai klasifikasi diabetes menggantikan klasifikasi sebelumnya.
Pada waktu yang hampir bersamaan BDA (British Diabetes Association) juga mengajukan klasifikasi diabetes. Berikut ini istilah yang disampaikan BDA: Potential Diabetes, Lantent Diabetes, Asymptomatic atau Sub-clinical Diabetes dan Clinical Diabetes.
WHO (World Health Organization) pada tahun 1965 juga mengajukan klasifikasi diabetes. Istilah yang diajukan sebagai klasifikasi diabetes antara lain: Childhood Diabetics, Young Diabetics, Adult Diabetics, Elderly Diabetics.
Untuk
memperkual rekomendasi National Diabetes Data Group, tidak lama
kemudian pada tahun 1980 WHO mengeluarkan klasifikasi baru. Kali ini WHO
mengeluarkan 2 tipe utama diabetes mellitus yaitu Insulin Dependend Diabetes Mellitus (IDDM) yang kemudian kita kenal sebagai diabetes tipe 1 dan Nin-Insulin Dependend Diabetes Mellitus (NIDDM) yang kita kenal sebagai diabetes tipe 2.
Pada
tahun 1985 WHO kemudian mengadakan revisi pengklasifikasian diabetes.
WHO tidak lagi menggunakan terminologi diabetes tipe 1 dan tipe 2,
dengan tetap mempertahankan istilah IDDM dan NIDDM. Namun yang terjadi
pada masyarakat WHO masih mempublikasikan istilah Diabetes tipe 1 dan
tipe 2.
Impaired Glucose Tollerance (IGT) dan Diabetes Mellitus Gestasional (Gestational Diabetes Mellitus atau GDIB).
Pada
revisi tahun 1985 WHO juga mengintroduksi satu tipe diabetes yang
disebut Diabetes Mellitus terkait Malnutrisi atau Mallnutrition related
Diabetes Mellitus (MRDM) yang ternyata juga membutuhkan terapi insulin.
Pada saat ini untuk pengklasifikasian diabetes cenderung pada pengklsifikasian berdasarkan etimologi penyakitnya.

0 komentar:
Post a Comment