Monday, March 16, 2015

Tipe-Tipe Diabetes Mellitus

Tipe-Tipe Diabetes Mellitus

Dalam dunia kedokteran klasifikasi penyakit diabetes telah mengalami proses yang panjang hingga kita mengenal berbagai macam tipe-tipe diabetes yang populer saat ini. Sesuai dengan klasifikasi tipe-tipe diabetes yang di tetapkan oleh WHO, maka berikut ini tipe-tipe diabetes yang dipublikasikan oleh organisasi kesehatan dunia tersebut.


1. Diabetes Tipe 1

Pada tipe diabetes yang diklasifikasikan diabetes tipe 1 ini, dikarenakan penderita diabetes tidak lagi mampu memproduksi insulin. Bisa juga disebut sebagai penyakit auto-imun. 

Hal ini dikarenakan sistem auto-imun pada suatu individu menyerang dan merusak sel-sel penghasil insulin yang terdapat pada pankreas. Akibatnya individu tersebut tidak memiliki kemampuan untuk merombak gula menjadi energi sebagai penambah tenaga. 

Gula yang menumpuk ini kemudian dapat menyebabkan komplikasi dan membahayakan bagi keselamatan jiwa. Agar penderita dapat bertahan hidup lebih lama, maka penderita diabetes tipe 1 ini harus mendapatkan suplai insulin dari luar tubuh, dengan cara suntik insulin secara rutin.

Sampai saat ini belum diketahui faktor penyebab terjadinya penyakit auto-imun ini secara pasti. 

Namun faktor genetik dan faktor lingkungan turut berperan dalam terjadinya peristiwa auto-imun dalam tubuh. Untuk faktor lingkungan para ahli memperkirakan berasal dari infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau remaja. 

Oleh karena itu penyakit diabetes tipe 1 ini biasanya terjadi pada usia di bawah 30 tahun (anak-anak dan remaja).

2. Diabetes Tipe 2

Seperti apakah tipe diabetes yang di klasifikasikan ke dalam diabetes tipe 2 ini? Pada diabetes tipe 2 faktor genetik lebih dominan bila dibandingkan dengan diabetes tipe 1. 

Menurut berbagai penelitian yang dilakukan para ahli, bahwa sebagian besar penderita diabetes tipe 2 ini memiliki anggota keluarga yang juga menderita penyakit atau masalah kesehatan yang berhubungan dengan diabetes. 

Masalah kesehatan tersebut dapat meliputi masalah kolesterol, tekanan darah tinggi maupun obesitas. Namun, faktor lingkungan lah yang menjadi faktor pemicu utama terjadinya diabetes. Mulai dari makanan yang dikonsumsi sampai aktivitas sehari-hari.

Pada penderita diabetes tipe 2 tidak memiliki ketergantungan pada insulin. Hal ini dikarenakan tubuh ini masih bisa menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup. 

Hanya saja glukosa gagal masuk ke dalam sel. Hal ini dikarenakan pola makan yang terlalu banyak karbohidrat dan minim nutrisi. Sehingga dapat menyebabkan tubuh mengalami resistensi insulin, sehingga penggunaan insulin di dalam tubuh menjadi tidak efektif. 

Jika pola makan seperti ini dilakukan secara terus-menerus dan dalam jangka lama, maka akan berakibat pada kondisi sel yang terganggu dan rusak. Sehingga sel tubuh  tidak lagi peka terhadap insulin dan gula.

Konsumsi karbohidrat yang tidak sehat seperti gula, tepung, dan lemak yang berlebih inilah yang menyebabkan resistensi insulin. Karena kandungan gula yang berlebih menjadikan sel tubuh tidak lagi mampu mengolah gula menjadi energi, sehingga kadar gula dalam darah semakin meningkat.

Kebanyakan penderita diabetes tipe 2 ini berusia dewasa di atas 30 tahun-an. Meski demikian dengan gaya hidup masyarakat modern saat ini, tidak menutup kemungkinan untuk usia di bawahnya dapat mengalami penyakit diabetes tipe 2 ini. 

Kebiasaan begadang di malam hari, lembur di kantor, dan makan di waktu malam hari, dapat menjadi pemicu timbulnya penyakit diabetes tipe 2. Bahkan di Indonesia tercatat sekitar 95 % penderita diabetes di Indonesia adalah diabetes tipe 2.

3. Gestational Diabetes

Tipe diabetes ini terjadi karena kondisi gula darah menjadi tinggi pada masa kehamilan dan terjadi pada orang yang tidak menderita diabetes. Biasanya gula darah akan kembali normal setelah masa kahamilan berakhir. 

Jadi penyakit diabetes tipe ini hanya bersifat sementara.
Meski demikian jika penderita tidak ditangani dengan baik, akan memberi dampak buruk baik bagi janin dan bagi sang ibu. 

Pada bayi diabetes tipe ini dapat mengalami resiko seperti makrosomia (bobot bayi yang tinggi atau di atas normal), penyakit jantung bawaan, kelainan sistem syaraf pusat dan cacat otot rangka. 

Peningkatan hormon insulin janin dapat menghambat produksi surfaktan janin dan mengakibatkan sindrom gangguan pernafasan.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Tipe-Tipe Diabetes Mellitus

0 komentar:

Post a Comment