Komplikasi Diabetes bisa muncul secara akut, yaitu beberapa bulan atau beberapa
tahun setelah mengidap diabetes. Komplikasi kronis bisa terjadi pada beberapa
bagian tubuh sebagai berikut:
1. Rambut
Penderita diabetes melitus yang sudah menahun
dan tidak terawat secara baik, biasanya akan mengalami kerontokan, sehingga
rambut menjadi semakin menipis. Rontok rambut dapat sembuh setelah 2-3 bulan
perawatan. Rambut penderita diabetes
bisa diberi vitamin beta-karoten, vitamin E, vitamin C, mineral, serta cairan
penguat akar rambut. Dengan perawatan ini rambut akan tetap lebat.
2. Telinga
Urat saraf bagian pendengaran mulai rusak
akibat diabetes, sehingga telinga penderita diabetes sering berdering. Jika
keadaan ini dibiarkan dan tidak segera diobati atau dirawat dengan baik,
ketajaman pendengaran akan berkurang atau bahkan tuli.
3. Mata
Jika kadar glukosa dalam darah mendadak
tinggi, lensa mata menjadi cembung dan penderita mengeluh pandangannya menjadi
kabur. Biasanya, penderita akan sering mengganti lensa kaca matanya. Penyakit
ini menyebabkan lensa mata menjadi keruh (tampak putih) dan membuat pandangan
kabur (katarak). Jika katarak sudah parah maka harus dioperasi.
Komplikasi menahun pada mata lainnya adalah
meningkatnya tekanan pada bola mata (disebut glaukoma). Keadaan ini sering
ditandai dengan rasa sakit dan pusing di sekitar mata. Produksi air mata
cenderung berkurang sehingga memerlukan obat tetes mata. Kondisi ini biasanya
timbul setelah menderita diabetes selama 10-15 tahun. Selain itu, bisa terjadi
gangguan pada alat penerima sinar atau retina yang terletak di belakang lensa
mata. Gangguan ada retina mata
ini disebut dengan retinopati diabetik.
4. Lidah dan Ludah
Lidah penderita diabetes sering membesar dan
menebal jika sudah lama menderita penyakit ini.
Kadang-kadang timbul gangguan rasa sensitivitas pada lidah atau rasa makanannya
terganggu. Selain itu, ludah penderita diabetes sering menjadi lebih kental
sehingga mulut terasa
lebih kering (disebut xerostomia diabetik). Kadang-kadang ludahnya juga
menjadi berlebihan (hipersavili diabetik).
5. Gigi dan Gusi
Jaringan yang mengikat gigi pada rahang
(periodontium) mudah rusak sehingga gigi penderita diabetes mudah goyang,
bahkan mudah lepas. Karena itu, penderita penyaki diabetes jangan buru-buru
mencabut gigi, jika giginya mulai goyang. Sebaiknya giginyaddirawat dulu
dengan baik. Gusi pada penderita diabetes juga sering bengkak dan mengalami
infeksi. Karena sering mengalami infeksi, bau mulut penderita diabetes sering
tidak enak (faktor exoris diabetik).

0 komentar:
Post a Comment